Perkelahian terjadi di rumah penampungan imigrasi Yilan

公視 2021-05-04 23:10

  Sebanyak dua perselisihan terjadi di rumah penampungan imigrasi Yilan pada bulan April. Seorang tahanan Muslim yang sedang salat dipukuli teman sekamar karena terlalu berisik. Di sisi lain terdapat lebih 20 tahanan Vietnam melakukan aksi protes atas kebijakan pembebasan bersyarat.     Seorang nara sumber mengatakan, “Karena pendatang baru terkadang 20 -30 hari sudah bisa keluar. (Tetapi) yang lama sudah 40-50 hari belum keluar. Mungkin mereka kesal karena hal ini.”   Terhalang pandemi, tahanan Vietnam tidak bisa pulang     Pandemi yang menyebabkan berkurangnya penerbangan ke Vietnam juga berimbas pada para tahanan sehingga mereka tidak bisa pulang. Akibatnya keonaran terjadi pada pukul 11 pagi, tanggal 26 April. Pihak penampungan segera ke lokasi dan menghentikan bentrokan yang disebabkan sekitar 30 tahanan. 5 orang yang memulai aksi segera dipindahkan.   Muslim Gambia yang salat dipukul teman sekamar     Dua hari sebelum keonaran terjadi, seorang pria Muslim Gambia dipukul oleh teman sekamar asal Vietnam karena alasan suara salat yang dianggap berisik.     Ketua Tim Satuan Umum Departemen Imigrasi Distrik Utara, Lin Tse-chien mengatakan, “Untuk agama khusus kami memiliki kamar terpisah. Untuk orang dengan agama tertentu jika bersedia (bisa) untuk tinggal di sana.”  

1620124846a.jpg
  Imigrasi: Kasus telah diproses, peninjauan dan pelatihan diperkuat     Dua kasus perselisihan besar terjadi dalam dua hari ini menimbulkan pertanyaan apakah adanya kemungkinan penutupan perkara. Pihak imigrasi segera membantah bahwa pandemi telah menyebabkan emosi para tahanan menjadi tidak stabil dan mereka akan terus memberikan lebih banyak perhatian.  

相關熱門

綠色永續