Virus mutasi gabungan Inggris dan Amerika beresistensi obat tinggi

公視 2021-02-18 23:10

  Jumlah penderita COVID-19 di seluruh dunia telah melampaui angka 110 juta jiwa. Hasil riset terbaru dari Amerika ditemukan, jumlah kasus akibat virus mutasi asal Inggris meningkat 70%, kemudian virus tersebut bermutasi menyatu dengan virus mutasi asal Amerika, sehingga menjadi virus mutasi terbaru. Pakar ahli mengkhawatirkan jika jenis virus ini akan menyebabkan persentase penularan meningkat dan memiliki resistensi obat yang tinggi. Oleh sebab itu, pakar Taiwan berpendapat sejak kasus penularan di RSU Taoyuan MOHW, hasil riset terhadap virus mutasi Amerika, tidak memberikan efek pengaruh yang besar terhadap kalangan muda, namun mudah menyerang kalangan manula, dan akan lebih lama membaik.   Media asing: Virus mutasi Afrika turunkan pengamanan vaksin Pfizer     Selain itu, ada media asing yang memberitakan hasil riset terbaru dari laboratorium Pfeizer BNT Amerika ditemukan bahwa virus mutasi Afrika memiliki daya tular tinggi, sehingga berkemungkinan akan menurunkan sistem pengamanan vaksin Pfeizer BNT sebanyak ⅔. Pakar Taiwan berpendapat, kunci utama adalah letak lokasi virus mutasi.    Pakar: Walau virus terus bermutasi, vaksin tetap punya daya pengamanan     Pakar menegaskan jika tidak ada satupun vaksin di dunia yang memiliki keampuhan 100%. Meskipun virus terus bermutasi, namun dengan menyuntik vaksin, maka tetap akan dapat memberikan daya perlindungan.  

1613636094u.jpg